Cormac McCarthy penulis novel The Road, saat diwawancarai Oprah ngasih satu moto hidup dia yang cukup “nonjok”. Dia bilang “Life is short! It’s a pity to spend it for other’s wills.”. Moto hidup ini memang dia buktikan dengan nggak pernah bekerja untuk orang lain, di perusahaan apapun, selama hidupnya. Lah, kalau dia jadi penulis buku berarti secara nggak langsung kerja buat para pembaca bukunya kan? Kata dia, “Actually, I don’t really care if people want to read my book.”. Wow! I think it’s a cool life motto but a little bit extreme. Cool, but extreme!
Moto hidup gue mirip-mirip. “Life is short so don’t live minimalist. It’s only good for furniture.”. Haha.. seenggaknya ada hal yang gue sepakat dengan McCarthy: Hidup itu singkat banget, dibanding umur bumi (Ya iya lah..). Berapa sih umur orang tertua yang pernah loe temuin. 102? 104? Gue pernah nemu biografi singkat orang yang ngaku umurnya 116 tahun (2007), sampe-sampe dia pernah ikut perang Diponegoro katanya. Sulit dipercaya! Tapi biarpun ada nggak banyak yang kayak gitu kan? Kalau emang banyak yang umurnya sampe segitu pasti MURI nggak akan ngasih piagam. Ah gue nggak yakin umur gue bakal sepanjang itu. Banyak orang bilang standar umur itu 63 tahun (masa hidup Nabi Muhammad), kalau dapet umur lebih berarti itu bonus buat nambah-nambah amal sebelum mati. Ya boleh lah standar ini, nothing to loose…
Life is short, so dont be minimalist. Yup! Loe lahir, sekolah, kuliah, kerja, ngumpulin duit buat bikin rumah, pacaran, kawin, beli mobil, punya anak, nyekolahin anak, nguliahin anak, jadi wali pas kawinan anak, pensiun, sakit, mati. Ini rutinitas default manusia modern (esp di Bandung). Orang rata-rata tidur 12 jam sehari dari seluruh hidupnya, which means a half of your life time! Kalau kita punya umur 63 tahun, berarti aktivitas kita cuma 31,5 tahun. Dan dari rutinitas default ini, mana yang monumental? Yah memang aktivitas monumental ini hanya ada di gen-gen spesial misalnya Einstein, Gandhi, Jend Sudirman (good side), Hitler, Polpot, Westerling (bacalagi buku PSPB!) (dark side).
Ya sudahlah…
Ok, at least dari rutinitas di atas persen yang diluangkan buat diri kita sendiri harusnya besar donk. Tapi kan enggak! Memang opini gue bukan ngarah ke egosentrisme, dimana I don’t care to my parents, my (future) wife, my (future) kids, my friends, my boss, etc, bukan! Maksud gue bikin setiap step hidup kita “bermakna”. Mungkin terdengar terlalu idealis, tapi gue punya buktinya. Nanti di post lain. Thx.
rif, ngomongin hidup dan ada kata mobil, aku jadi semangat lagi, hahaha….
By: vela on February 25, 2008
at 7:34 am